Mengapa KAUM MUSLIMIN saat ini, Lebih buruk dari keadaan KAUM MUSYRIKIN JAHILIYAH

Kawan, tahukah kalian ?

Orang-orang musyrik pada zaman rasulullah shallallahu’alayhi wa sallam meyakini bahwa Rabb mereka adalah Allah.. mereka meyakini bahwa pencipta alam semesta ini dan pemberi rizki adalah Allah.

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka :’Siapakah yang menciptakan langit dan bumi ? tentu mereka akan menjawab :’Allah !’”
(QS.Lukman : 25)

lalu mengapakah mereka masih disebut orang yg kafir ?
Jawabannya ialah karena mereka mengadakan sekutu-sekutu selain Allah. Mereka tidak memurnikan penyembahan mereka kepada Allah. Sembahan-sembahan mereka banyak, meski mereka yakin bahwa Rabb mereka adalah Allah. Mereka meyakini bahwa sesembahan itu banyak.

“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.’”
(QS. Az-Zumar : 3)

Mereka tetap dikatakan kafir karena tidak memurnikan peribadahan mereka kepada Allah, meski mereka meyakini bahwa Rabb mereka hanyalah satu, yaitu Allah. Maka hal ini adalah landasan bahwa tauhid Rububiyah (pengakuan Allah sebagai pencipta alam, pemberi rizki, pengurus makhluk, dll) saja, tidak cukup untuk memasukkan seseorang kepada Islam.
Ia harus disertai keyakinan dan pengamalan bahwa tidak ada Ilah (sesuatu yg disembah) yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah saja. Inilah yang disebut tauhid uluhiyah.

Maka kaum musyrikin dahulu mengetahui bahwa ungkapan ‘Laa ilaaha illallaah’ menuntut seseorang untuk membebaskan diri dari ibadah kepada selain Allah. Hal inilah yg menyebabkan mereka enggan masuk kedalam Islam. Karena dengan masuk Islam mereka tahu bahwasanya mereka harus meninggalkan sesembahan-sesembahan mereka itu, yg merupakan kebiasaan nenek moyang mereka.

Adapun kebanyakan kaum muslimin saat ini, mereka mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’.. namun sungguh mereka tidak mengerti konsekuensi dari kalimat ini.. dan akhirnya kita jumpai mereka yg menyatakan ‘Laa ilaaha illallaah’, beristighatsah (memohon pertolongan) kepada selain Allah, berdoa kepada orang-orang mati dengan alasan tawassul (ini adalah tawassul yg bathil), menyembelih untuk selain Allah (termasuk membuat sesajian-sesajian kepada jin dll), benadzar kepada selain Allah, mempercayai jimat, dan lain sebagainya.
mereka mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ sementara ia beribadah kepada selain Allah, maka ia tidak ada bedanya dengan kaum musyrikin dalam keyakinan, walaupun secara zhahir ia adalah seorang Muslim, karena ia mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’. Maka dengannya kita bisa nyatakan bahwa ia adalah seorang Muslim secara lafazh yang zhahir.

“… Maka jika ia mengucapkannya, maka terjagalah darah hartanya dariku kecuali dengan haknya, dan perhitungannya dikembalikan kepada Allah.”
(HR.al-Bukhari danm Muslim)

Maka sebagaimana perkataan seorang imam yakni syaikh al-albani, sesungguhnya keadaan kaum muslimin saat ini lebih buruk dari keadaan kaum arab pada zaman jahiliyah, pertama dari sisi buruknya pemahaman mereka akan kalimat Tauhid, karena orang-orang musyrik dahulu benar-benar memahaminya, akan tetapi mereka tidak mengimaninya, sedangkan kebanyakan kaum muslimin saat ini mengucapkannya akan tetapi tidak meyakininya. Mereka mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ akan tetapi mereka tidak mengimani maknanya dengan benar. (mereka menyembah kuburan dan menyembelih bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala serta berdoa kepada orang yang telah mati.)

Bagaimanakah akan bersatu Umat Islam ini, jika pemahaman akan tauhid saja, mereka lebih buruk dari kaum Musyrikin dahulu ?!
Bagaimana akan jaya umat ini dengan pemahaman yang melenceng seperti itu ? kendati kita kumpulkan mereka dalam sebuah jama’ah, semuanya?!
Wallohul musta’an.

Subhanakallahumma wa bihamdika asyhaduallaailaahailla anta astaghfiruka wa atuwbu ilayk. (doa penutup majlis)

( Referensi : “Menyongsong Fajar Kemenangan Islam” karya imam al-albani)

cahaya

sinar

Ssssstttt… Rahasia Lelaki

“Ada dua kelompik ahli neraka yang belum pernah saya lihat, (pertama) lelaki yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dipergunakan untuk memukuli manusia dan (kedua) para wanita yang berpakaian (tapi) telanjang (karena pakaian mereka yang tipis dan pendek), berlenggak-lenggok. Kepala mereka seakan punuk unta yang berleher panjang, mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula mencium aromanya padahal aroma surga tercium dari jarak sekian dan sekian”

{Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad dan Imam Muslim dalam Shahihnya.}

Termasuk kedalam wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang ialah para wanita yang memakai pakaian-pakaian dan celana ketat, sehingga menampakkan lekuk-lekuk tubuh mereka…

Sssssssttttt….
Ini rahasia kita (para lelaki)….
Aku ingin berbagi… apakah perempuan-perempuan yang termasuk ke dalam hadits diatas mengira bahwa kita mau menjadikan mereka sebagai teman hidup (istri) kita ??!! terkadang aku heran… apakah mereka mengira bahwa para lelaki (yang shaleh) akan mau menjadikannya sebagai pasangan, padahal mereka telah menjajakan kecantikan tubuhnya kepada semua lelaki… Lalu kemudian suaminya hanya akan menjadi ‘bekas’/ ‘sisa-sisa’ orang yg menikmati keindahannya ?! sungguh betapa jeleknya persangkaan mereka…

Sssssttt….
ini rahasia kita (para lelaki)…
Janganlah kita tertipu oleh cantiknya paras mereka.. indahnya tubuh mereka.. karena semua itu kelak akan sirna.. betapa banyak lelaki yg tak bahagia meski telah memiliki istri yg cantik jelita …

Sssssssttttt….
Sekali lagi, ini rahasia kita (para lelaki)…
Pilihlah pasangan hidup (istri) yang menjaga keindahannya dari tatapan para lelaki…
Pilihlah wanita yang baik agamanya, agar kamu beruntung…
Bukankah kita (sebagai PRIA) akan cemburu jika mengetahui pasangan kita di lihat oleh banyak mata nakal COWOK lainnya ?!

Maka sekali lagi, pilihlah wanita yang pandai menjaga auratnya, yang tidak banyak menarik pandangan lelaki lain, baik karena pakaiannya yang mencolok warnanya, ketat, ataupun memang sengaja terbuka… dimana sikap kita bro ??? bahwa kita takkan takluk oleh wanita seperti itu…
Dan ketahuilah, bahwa sebaik-baik perhiasan ialah wanita yang shalehah…

So, untuk kita para lelaki yang mengharapkan istri yang shalehah… perbaikilah diri selalu.. karena kita pun tak sempurna bukan ?!
Karena tidaklah laki-laki yg baik melainkan pasangannya ialah wanita yang baik pula…
Dan tidaklah pria yg buruk, melainkan pasangannya wanita yg buruk pula…

Sssssttt…
Jangan bilang siapa-siapa…
Cukup sebarkan saja pada para pria di seluruh dunia…
dan jika ada wanita yg bertanya… katakanlah,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”
(QS. An Nuur: 26).

Mudah-mudahan kita dan mereka senantiasa memperbaiki diri… ^_^

Adakah ‘Waktu IMSAK’ dalam Islam ?!

dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu dia berkata bahwa rasulullah shallallahu’alayhi wasallam bersabda : “Fajar itu ada dua : Adapun fajar yang pertama, makanan (sahur) tidak diharamkan dan tidak diperbolehkan mengerjakan shalat. Sedangkan fajar kedua, makanan (sahur) diharamkan dan dibolehkan mengerjakan shalat shubuh”

(HR. Inu Khuzaimah, al Hakim, ad Daruquthni, al Baihaqi. sanadnya shahih)

ketahuilah saudaraku, bahwa :

a. fajar kadzib : berwarna putih panjang yang menjulur ke atas seperti ekor serigala.

b. fajar shadiq : berwarna merah memanjang dan melintang di atas puncak gunung, yang tersebar di jalanan, gang gang, dan rumah-rumah. Inilah yang berkaitan dengan hukum-hukum puasa dan shalat.

Ketahuilah bahwa sifat-sifat fajar shadiq adalah yang sesuai dengan ayat yang mulia ini: “sehingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” Jika cahaya fajar telah tampak di ufuk dan puncak gunung sehingga terlihat seakan-akan ia sebagai benang putih, lalu tampak pula di bagian atasnya benang warna hitam, yaitu sisa-sisa malam yang akan segera beranjak pergi.

Jika hal tersebut benar-benar tampak, maka berhentilah dari makan dan minum serta bercampur. Jika tangan anda masih memegang gelas berisi air minum atau minuman, maka minumlah dengan tenang dan nikmat karena itu sebagai keringanan yang sangat berharga dari Rabb yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mengerjakan puasa sekalipun anda telah mendengar adzan berkumandang.

“jika salah seorang di antara kalian mendengar suara adzan sementara bejana masih di tangannya (sedang meneguk air minum), maka janganlah dia meletakkannya hingga keperluannya pada bejana itu terpenuhi.”

{driwayatkan oleh Abu Dawud (235), Ibnu Jarir (3115). sanadnya hasan. Hadits ini mpunyai jln lain driwayatkan oleh Ahmad (II/510) mlalui jln Hammad, dari ‘Ammar bin ‘Ammar, dari Abu Hurairah, & sanadnya shahih.}

diriwayatkan oleh abu umamah radhiyallahu’anhu, dia bercerita: “pernah iqamah dikumandangkan sementara bejana masih di tangan ‘Umar. Dia bertanya: ‘apakah aku boleh meminumnya wahai rasulullah ?’ Beliau menjawab : ‘Boleh’. Maka ‘Umar pun meminumnya.”

{Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir (II/102) melalui dua jalan darinya}

Dengan demikian, menjadi jelaslah bahwa pengadaan istilah imsak dari makan sebelum terbit fajar shadiq dengan alasan kehati-hatian adalah bid’ah, yang diada-adakan.

[Di ringkas dari terjemah Kitab Shifatu shaumin Nabi fii Ramadhaan, karya Abu Usamah Salim bin 'Ied al Hilali dan 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid. yg diterbitkan oleh Pustaka Imam asy'-syafi'i]

fandi says :

Maka Imsak merupakan perkara yang diada-adakan dan dilarang untuk mengikuti/ memakmurkannya, berdasar sebuah kaidah yang mengungkapkan bahwa hukum asal semua ibadah ialah haram kecuali apa-apa yang telah dihalalkan oleh syari’at yang agung ini.. Semoga dapat menjadi pelajaran yang bermanfaat ..

Fawaid QS.Ali Imran:110

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik” (QS. Ali Imran:110)

Suatu saat ana ikut kajian, lalu sang ustad membacakan 10 fawaid dari ayat ini, diantaranya :

1. Generasi pertama umat ini ialah sebaik-baik umat.

2. Jika umat Islam ingin jadi umat yang terbaik maka wajib bagi mereka mengikuti jejak salafus shalih.

3. Umat Islam diutamakan atas umat lain dengan sifat yang ada pada mereka, yakni menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

 4. Jika sifat ini hilang maka predikat umat terbaik pun akan hilang..

5. Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan asas kebaikan.

6. meningkatnya amar ma’ruf nahi mungkar pada seseorang maka akan meningkat juga keimanan mereka.

7. Orang yang beramal itu bertingkat-tingkat derajatnya. (begitu pula yang melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar)

8. Celaan kepada ahlul kitab karena mereka kufur kepada rasulullah shallallahu’alayhi wa sallam.

9. Diantara ahlul kitab ada yang beriman dan ada yang fasik.

10.Ahlul kitab, jika mereka ingin selamat, maka wajib masuk kepada dinul Islam.

Faedah yang luar biasa ya?! memacu semangat… namun kawan, dalam ber-amar ma’ruf nahi mungkar ada adab,cara dan ketentuannya.. salah satu contohnya ialah tidak boleh mengingkari kemungkaran jika dengan pengingkaran tersebut akan dihasilkan mudharat (kerusakan) yang lebih besar.. dan tidak boleh juga mengingkari kemungkaran yang dengan pengingkaran tersebut diperkirakan akan dihasilkan maslahat dan mudharat yang seimbang.. trus contoh hal lainnya ialah ada pengingkaran terhadap sebuah kemaksiatan yang harus dilakukan bersama-sama dengan pemerintah.. (tidak bisa dilakukan sendiri/ oleh umat islam aja, tanpa ulil amri)

maka tuntutlah ilmu, agar kita dapat mengetahui hal-hal seperti ini dan tidak tergelincir kepada pemahaman salah yang mengantarkan kita kepada kerusakan yang lebih besar.. so, semangat aja gak cukup kawan..

ilmu adalah dasar sebelum beramal. dan ambillah ilmu itu dari sumber yang haq.. yakni dari al Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman generasi terbaik umat ini..(salafus shalih). wallahua’lam

(Bagi yang ingin membaca lebih jelas mengenai tata cara, ketentuan, dan hal-hal mengenai ber-amar ma’ruf nahi mungkar, kamu bisa merujuk ke buku “amar ma’ruf nahi mungkar” yang ditulis oleh ustad Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Inilah JALAN dan MANHAJ Rasulullah shallallahu’alayhi wa sallam…

“Rasulullah shallallahu’alayhi wa sallam membuat garis dengan tangannya kemudian bersabda : ‘Ini jalan Allah yang lurus.’ Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat) tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya.’ Selanjutnya beliau membaca firman Allah Ta’ala: “Dan sungguh, inilah jalanku yang lurus, maka ikutilah! jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS.Al-an’aam: 153 )
{Shahih : HR. Ahmad, ad-Darimi,al-Hakim, dan al baghawi, dihasankan oleh syaikh al-albani}

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Apabila orang berakal yang menginginkan perjumpaan dengan Allah Ta’ala memperhatikan permisalan ini dan memperhatikan keadaan semua kelompok dari kalangan khawarij, mu’tazilah, jahmiyah,rafidhah, serta ahli kalam yang mendekati Ahlus Sunnah seperti Karramiyah, Kullabiyah, al-Asy’ariyah, dan selain mereka, bahwa setiap dari mereka memiliki jalan keluar dari apa-apa yang telah ditempuh oleh para shahabat dan Ahlul Hadits, dan setiap dari mereka menyangka bahwa jalan merekalah yang benar, niscaya orang yang berakal akan mendapati bahwa merekalah (firqah-firqah tersebut) yang dimaksud dalam permisalan ini yang diumpamakan oleh al-ma’shum (Rasulullah), yang beliau tidak berbicara dari hawa nafsunya, melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya.”

Perpecahan pada tubuh umat ini ialah suatu yang haq saudaraku..

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan Ahlul kitab telah berpecah belah menjadi 72 golongan. Sesungguhnya umat Islam akan berpecah-belah menjadi 73 golongan, 72 golongan tempatnya di Neraka dan hanya satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.”
(Shahih : HR. Abu Dawud, Ahmad,al-Hakim, ad-Darimi. Dishahihkan oleh al Hakim dan syaikh al-albani)

72 golongan terancam dengan neraka dan 1 golongan yang berjalan diatas manhaj Rasulullah dijanjikan Surga… Janganlah kalian tertipu dengan ungkapan-ungkapan seperti ‘perbedaan adalah rahmat’ yang merupakan perkataan yg tidak ada asalnya. Persatuan umat tetap merupakan suatu yg harus diperjuangkan. Namun bukan bersatu diatas pemahaman yang salah… Persatuan yg haq ialah diatas pemahaman yang benar. Dan bukan lantas orang-orang yg berada pada 72 golongan tersebut kita jauhi dan biarkan… tetap kita harus menasehati mereka, entah dengan cara yg lemah lembut, keras, atau bahkan dengan cara Hajr. (lihat yg lebih maslahat)
Dan bukan juga lantas ancaman dalam hadits tersebut mendakwakan mereka selamanya di neraka saudaraku… mereka tetaplah ahlul kiblat (kaum muslimin), hanya saja jika mereka tetap pada jalan mereka, mereka akan terancam memasuki neraka terlebih dahulu sebelum memasuki surga.
ya, mereka tetap akan masuk surga nantinya karena keimanan mereka…
Tapi takutlah kita terhadap kebid’ahan (yang senantiasa mewarnai golongan yg sesat)… karena sebagian kebid’ahan dapat membawa seseorang kepada ke-syirikan. (na’udzubillahi min dzalik)

maka berpegang teguhlah kepada Al-Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman para shahabat, yg merupakan generasi terbaik umat ini, yg langsung ditarbiyah oelh Rasulullah shallallahu’alayhi wa sallam..
maka pesanku, jika seorang mengklaim sesuatu/ menghukumi sesuatu/mendakwakan suatu yg ada hubungannya dengan agama yang haq ini, maka tanyakanlah kepadanya..
apa dalilnya ? benarkah dalilnya? Shahihkah?
Jika benar, maka lihatlah cara mereka memahaminya…
sesuaikah dengan pemahaman para sahabat rasulullah ? ataukah tidak..
Inilah sebabnya mengapa seorang yang telah hafal al-Qur’an, belum tentu ia berada dalam kebenaran dalam menghukumi sesuatu.. kenapa? karena jika ia tidak memahaminya sesuai dengan pemahaman sahabat, maka tetap ia berada dalam kesalahan..
Maka perhatikanlah darimana kalian mengambil suatu pemahaman.. dari ahlus sunnah-kah? atau ahlul bid’ah? atau seorang yang memang jahl (bodoh)?

dan salifiyyin.. telah mengambil pemahaman mereka dari sumber yang tepat… para sahabat Rasulullah.. Generasi terbaik umat ini.. yang sedekah mereka sebanyak satu genggaman tangan lebih besar pahalanya daripada sedekah kita sebesar gunung uhud.. yang rasulullah telah menyatukan sunnahnya dengan sunnah sahabat dalam sebuah haditsnya..
Bukankah Rasulullah shallallahu’alayhi wa sallam telah benar-benar meninggalkan kita diatas agama yang benar-benar jelas ?! yang malamnya seperti siangnya..
hanya terkadang, kita saja yang kurang paham.. terkadang kita saja yang kurang giat menuntut ilmu..
Islam ini indah saudaraku… ya, Islam ini indah.. andai saja kita benar-benar mengerti..
Barakallahu fiik. ^_^ (yang rajin buka QS. Yusuf : 108 ya..)

« Entri lama